Di dalam teknik mesin, sering orang menyebut kata "Turbulensi". Kalimat itu kerap dilontarkan oleh mekanik. Khususnya kalau sedang membicarakan knalpot. Katanya guna turbulensi sangat besar untuk mendongkrak tenaga suatu mesin. Nah masalahnya, apa sih turbulensi itu? Trus darimana? Pengaruhnya apa?
Mari kita ulas sejarah dulu. Sebelum tahun 1958, knalpot mesin 2-tak hanya berbentuk pipa lurus. Tapi, setelah direktur teknik Mz Walter Kaaden menemukan knalpot yang menggunakan Chamber, mesin 2-tak mulai terkenal. Setelah diteliti, efek turbulensi jadi penyebab kondangnya motor 2-tak. Soalnya, sejak saat itu tenaga motor 2 langkah melonjak drastis.
Mekanik sering menyebutkan, "Turbulensi itu tendangan balik gas buang". Sangat penting bagi mesin 2-tak. Karena turbulensi akan menahan gas murni yang ikut keluar pada saat langkah pembuangan. Efeknya, bensin gak boros, power mesin ikut melonjak.
Kebalikan dari itu, kalau gak ada turbulensi bisa berakibat fatal bagi mesin. Sebab, sebagian gas murni nyelonong ikut terbuang sia-sia ke udara bebas. Kebutuhan mesin akan bahan bakar jadi berkurang. Dampak paling parah mesin bisa jebol. "Sama dengan orang kurang makan". Terjadinya turbulensi pun gak sembarangan. Menurut teori, " Turbulensi akan terbentuk jika angka Re-nya di atas 2300. Di bawah jumlah itu, aliran gas akan berbentuk laminer". Apa sih Re itu? Re adalah bilangan yang menunjukkan bentuk aliran suatu fluida. Angka ini tidak memiliki satuan. Lalu apa hubungannya dengan knalpot? Begini, gas yang sudah terbakar akan dikeluarkan lewat lubang buang menuju leher knalpot. Muntahan gas ini memiliki kecepatan. Dari situ bisa dihitung angka Reynold-nya. Bilangan Renold sangat tergantung pada luas pipa juga. Selain itu, faktor berat jenis gas dan kecepatan aliran juga berhubungan erat.
Lalu bagaimana sistem terjadinya Turbulensi di dalam knalpot?
Pada saat melakukan kompresi, gas murni yang sudah terbakar oleh busi akan langsung dikeluarkan lewat lubang buang menuju leher knalpot. Diikuti oleh proses pembilasan. Di dalam header pipe, gas yang berkecepatan dan bertekanan tinggi akan dibentuk. Apakah bersifat turbulen atau laminer itu tergantung angka Re-nya tadi. Setelah mencapai ujung dari perut knalpot (chamber), gelombang ini tidak langsung keluar semua ke udara bebas. Melainkan ada yang berbalik menuju header pipe kembali. Proses turbulensi terjadi. Gas ini akan mendorong bahan bakar yang ikut keluar saat langkah pembilasan. Kabut gas yang tadi keluar kembali masuk ke dalam silinder. Jumlah bahan bakar di dalam silinder bertambah, tenaga kian besar.
Menarik...
BalasHapusthanks atas pencerahannya..
:-)
kerennn....jadi faham sekarang..
BalasHapusinstagram takipçi satın al
BalasHapusaşk kitapları
tiktok takipçi satın al
instagram beğeni satın al
youtube abone satın al
twitter takipçi satın al
tiktok beğeni satın al
tiktok izlenme satın al
twitter takipçi satın al
tiktok takipçi satın al
youtube abone satın al
tiktok beğeni satın al
instagram beğeni satın al
trend topic satın al
trend topic satın al
youtube abone satın al
instagram takipçi satın al
beğeni satın al
tiktok izlenme satın al
sms onay
youtube izlenme satın al
tiktok beğeni satın al
sms onay
sms onay
perde modelleri
instagram takipçi satın al
takipçi satın al
tiktok jeton hilesi
instagram takipçi satın al
pubg uc satın al
sultanbet
marsbahis
betboo
betboo
betboo